Coaching Atau Membajak Karyawan Kompetitor?

Coaching Indonesia – Terkadang, jalan pintas seorang pimpinan untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus menjatuhkan kompetitor usaha adalah dengan merekrut karyawan terbaik kompetitornya. Efektifkah cara tersebut? adakah yang salah dari cara “membajak” itu?

Dilihat dari konsepnya memang tidak salah, namun dalam prakteknya tidak semua orang yang di bajak itu menjadi “berkah”. Malahan orang ini justru bisa menjadi beban perusahaan, entah karena biaya gajinya yang lebih tinggi, atau tidak sesuai ekspektasi. Kinerja mereka menurun karena harus beradaptasi dengan budaya perusahaan baru.

Menurut penelitian yang dilakukan Jim Collin, ternyata praktek ini memang kurang disukai oleh pemimpin perusahaan yang ingin menggerakan usahanya dari “Good” menjadi “Great”. Perusahaan seperti ini rupanya lebih gemar mengembangkan pemimpin dari dalam.

Dan coaching menjadi instrumen paling efektif untuk melahirkan seorang pemimpin tersebut. Melakukan coaching dan mengembangkan orang dalam menjadi favorit karena mereka lebih paham tentang keadaan perusahaan ketimbang karyawan baru yang masih abu-abu.

Pimpinan jenis ini pun tidak khawatir walaupun karyawan tersebut nantinya tidak mampu menjadi pemimpin, karena setidaknya akan ada peningkatan kinerja yang lebih baik setelah coaching.

Info ESQ Coaching Academy:

0857-7854-5418