Khutbah Jumat Singkat Kembali Pada Nilai Islam

Khutbah Jumat Singkat – Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah Dalam mimbar ini saya berpesan kepada diri saya sendiri dan hadirin semua, marilah ketakwaan kita kepada Allah senantiasa lebih ditingkatkan dengan takwa yang sebenarnya-benarnya. Marilah kita menjalankan segala perintah-Nya. dan menjauhi semua larangan-Nya, sebab kita semua sudah mengakui bahwa Islam adalah agama yang kita anut.

Untuk itu, kita harus mematuhi segala ajaran dan syariat yang ada dalam Islam, agar ketenteraman dan kedamaian dunia dan di akhirat dapat kita peroleh. Marilah kita kembali lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan cara meningkatkan kembali upaya kita dalam melaksanakan perintah perintah Nya dan meningkatkan kewaspadaan kita, agar terjebak ke dalam perangkap iblis laknatullah.

Mudah-mudahan termasuk golongan hamba yang senantiasa mendapatkan ridha-Nya. Amin. Hadirin jamaah salat Jum’at yang terhormat Allah menciptakan alam raya ini dan menetapkan tata aturan atas para hamba-Nya agar terwujud adanya keselarasan dan konsistensi di dalamnya, keseimbangan untuk dinikmati secara adil dan menyeluruh. Hal tersebut dilakukan oleh Allah swt dengan para Rasul, dengan membawa syariat yang disesuaikan dan secara bijaksana, Allah membuat ketentuan dan ketetapan cocok dengan situasi dan kondisi, sehingga kehadiran para Rasul benar benar dirasakan sebagai rahmat bagi umatnya, termasuk Nabi kita Muhammad saw yang diutus membawa ini.

Kita tentu telah membaca sejarah tentang kondisi bangsa ini tengah kondisi umat yang sangat memprihatinkan. Penyembahan terhadap pertikaian antar suku, wanita, selalu menyulut peperangan, rendahnya martabat, bagian kesukaan minuman keras, adalah dari warna budaya bangsa Arab dahulu. Kesewenang-wenangan, keserakahan, dan ketidak adilan juga merajalela. Kondisi umat yang semacam itu berubah total setelah Rasulullah Saw. hadir ke tengah-tengah mereka membawa ajaran Allah Swt.

Penyembahan berhala telah diluruskan tauhidnya. Pertikaian antar suku berubah menjadi semangat membela agama sampai titik darah penghabisan. Wanita yang semula dikubur hidup-hidup ketika lahir, tidak ada lagi.  Judi dan minuman keras mereka tinggalkan sama sekali, kesewenang-wenangan, keserakahan dan ketidak adilan terhapus.

Khutbah Jumat Singkat Pentingnya Kembali Pada Nilai Islam

Itu semua diikhtiarkan oleh Rasulullah Saw. secara bijak, telaten, dan mendidik, sehingga beliau benar-benar menjadi rahmat bagi umatnya. Sebagaimana terlukis dalam firman Allah SWT:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Al-Ahzab: 21)

Hadirin Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Paparan singkat di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa ajaran Islam telah mengubah kondisi umat lebih baik, bahkan menghapus semua bentuk kemungkaran dan kebatilan, meskipun harus berhadapan dengan kondisi buruk yang telah berakar turun temurun dan membudaya kembali menggali dan Untuk itu, marilah kita berupaya ditanamkan oleh menerapkan nilai-nilai dasar yang telah nilai Rasulullah saw, di masyarakat kita. Karena bahwa nilai itulah kunci untuk mengatasi segala bersama ini yang menimpa kita. Marilah kita sadari masalah yang kita sekarang hadapi dan melilit ini adalah disebabkan oleh satu hal, yakni umat manusia sudah mulai berpaling dari ajaran Islam. Telah diberi peringatan kepada umat oleh Rasulullah Saw melalui firman Allah swt :

قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ (٤٢) فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ (٤٣) مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلأنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ (٤٤) لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (٤٥)

  1. Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).
  2. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam)[28] sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah.
  3. Barang siapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa yang beramal saleh maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan),
  4. agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir).

Hadirin jamaah salat Jum’at yang terhormat berpijak pada firman Allah diatas, marilah kita menegakkan kembali dan menyebarluaskan apa yang diajarkan. Rasulullah saw. Laksanakan secara bertahap dan sunggu sungguh, dengan menanamkan nilai tersebut terlebih dahulu ke tengah tengah keluarga sendiri, lalu kepada tetangga dan akhirnya kepada masyarakat secara umum, sebagaimana dakwah yang telah dicontohkan Rasulullah Saw pada masa itu.

Dan perlu juga kita ingat, bahwa Rasulullah Saw, tidak bertemu jalan mulus dan menemu hambatan. Sebaliknya, banyak sekali rintangan dan menghadang. Bahkan acapkali rintangan itu muncul di dalam lingkungan keluarga sendiri. Untuk itu, marilah kita teguhkan tekad kita dalam berjuang nilai-nilai Islam. Selama ada tekad maka apapun rintangannya, insya Allah dapat teratasi dan Mudah-mudahan kita senantiasa diberi kekuatan agama batin Islam. Allaahumma amin.