Khutbah Jumat Singkat Menyambut Tahun Baru Hijriah

Khutbah Jumat – Hadirin jamaah Jum’at yang dikasihi Allah Marilah, dalam kesempatan ini kita manfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan cara meningkatkan kembali usaha kita dalam melaksanakan segala perintah-Nya dan dalam menjauhi semua larangan-Nya. Sebab hanya dengan iman dan takwa yang sesungguhnya, kebahagiaan dan keselamatan dunia sampai akhirat akan kita miliki. Mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan hamba yang mendapat ridha-Nya dan senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin.

Hadirin kaum muslimin yang terhormat Pada bulan ini kita telah memasuki tahun baru Hijriyah, artinya kita memasuki babak baru dalam perjalanan kehidupan ini. Untuk itu, yang mula-mula kita perhatikan adalah dibalik segala sesuatu yang telah kita lakukan selama setahun yang lalu untuk kita sempurnakan segala kekurangannya, dan untuk kita perbaiki segala bentuk kesalahan, agar kita dapat meniti ke depan dengan lebih baik dan maju.

Khususnya yang bertalian dengan kehidupan beragama kita, umumnya dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Bila kembali pada sejarah, kita mendapati catatan penting, bahwa penetapan awal bulan Hijriyah ini dikaitkan dengan peristiwa Hijrah Rasulullah Saw. dari Mekah At- Mukarramah ke Madinah Al-Munawarah yang merupakan tonggak sejarah perjuangan Islam. Kala itu, Rasulullah saw. bersama para sahabat menghadapi tekanan bertubi-tubi dari kafir Quraisy, baik dalam bentuk tindakan kriminal, teror fisik, maupun tekanan politik. Kondisi yang tidak menyenangkan tersebut akhirnya diantisipasi dengan turunnya perintah Hijrah ke Madinnah.

Khutbah Jumat Singkat – Menyambut Tahun Baru Hijriah

Hal demikian semestinya dijadikan renungan yang mendalam bagi umat Islam pada masa sekarang, pada setiap pergantian tahun Hijriyah ini hendaklah menyempatkan diri untuk mengingat kembali sejarah perjuangan Rasulullah Saw, bersama para sahabat, untuk kita jadikan pendorong semangat juang. Karena dengan merenungi seperti itu, semangat juang generasi penerus menjadi meningkat. salah satu gambaran sejarah yang terkait dengan peristiwa hijrah Rasulullah Saw. dan para sahabatnya. adalah sebagaimana terdapat dalam firman Allah Swt.

 وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung (Al-Hasyr 59:9)”

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (Al-Hasyr 59:10)”

Hadirin rahimakumullah dari ayat di atas. Ada banyak hikmah yangdapat dipetik di antara dua. Pertama, adanya saling kasih mengasihi kelompok, kelompok Muhajirin yang merupakan kelompok pendatang dengan Anshar yang Islam tidak asli, Artinya, sesama umat membedakan orang lain dari manapun mereka datang.

Kaum Anshar sebagai penduduk asli menerima kedatangan kaum Muhajirin dengan sepenuh hati, berdasarkan rasa cinta karena Allah. Bahkan mereka rela berkorban demi membantu kaum pendatang yang tertindas oleh kaum kafir musyrik. Mereka mendahulukan kebutuhan kaum Muhajirin meskipun mereka Anshar memerlukannya. Sesuai dengan ajaran Rasulullah saw. dalam salah satu sabda beliau:

“Gambaran orang-orang yang beriman dalam sikap saling mencintai duri saling mengasihi adalah laksana satu tubuh, ketika salah satu anggota tubuh sakit maka kesemuanya ikut-ikutan merasakannya dan Untukitu, marilah kita sebagai umatislam menciptakan iklim yang sejuk di antara sesama dengan sikap saling mencintai dan saling mengasihi, agar tcrcipta suatu kondisi yang sejahtera dan aman dalam kehidupan ini.

Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw, bersabda: Artinya: “Sesungguhnya yang lebih mendatangkan rasa cvata kepada Allah adalah orang-orurg yana bersedia mengasihi atau dikasihi dan yang lebih mendatangkan kemurkaan Allah adalah orang-orang yang berusaha mengadu domba yang memisahkan persaudaraan.”

Hadirin kaum mukminin yang dicintai Allah Berdasarkan uraian singkat di atas, maka marilah kita sambut tahun baru umat Islam ini dengan cinta kasih, Kita jadikan semangat Hijrah sebagai tonggak perjuangan kita, untuk tujuan mulia. Marilah tahun baru Hijriah ini kita jadikan tahun peningkatan persaudaraan antara kita, tahun cinta kasih sesama muslim, agar umat Islam menjadi umat yang maju, yang mendapat tempat tinggi baik di sisi Allah maupun dalam kehidupan sesama. Amin.