10 Tips Komunikasi yang Efektif untuk Public Speaking dan Presentasi

Training Tips Public Speaking

Cara presentasi dan public speaking yang baik memang sangat sulit untuk dilakukan banyak orang. Apalagi bagi mereka yang belum memiliki jam terbang yang tinggi maka akan sangat kesulitan untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan audiens.

10 Tips Komunikasi yang efektif untuk Public Speaking dan Presentasi.

1. Komunikasi Dengan Makna Tunggal

Jika kita terlahir dengan kemampuan yang kurang terasah di bidang komunikasi, banyak hal yang dapat kita lakukan. Cobalah belajar harus bagaimana memberikan instruksi kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Jika apa yang dilakukan orang tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita maksudkan, ada dua kemungkinan yang telah terjadi. Pertama, instruksi kita tidak jelas atau ambigiuus (mengandung makna ganda). Kedua, orang tersebut yang kurang cerdas untuk mengerti perintah kita. Maka untuk menajamkan komuni- kasi yang etektif ini, kita perlu belajar bagaimana membuat setiap artikulasi kita jelas dan bermakna tunggal sehingga kesalahpahaman tidak akan terjadi. Sampaikanlah pesan atau perintah dengan makna tunggal. Artinya, bila ada lebih dari satu pesan yang ingin disampaikan, lakukanlah dengan mem- beri urut-mutan agar uraian menjadi lebih jelas, misalnya, mulai dengan urutan pertama, kedua, dan seterusnya.

2. Komunikasi Dapat Menghilangkan Masalah

Kesalahpahaman dan pertikaian hanya dapat diselasaikan dengan komunikasi. Sehingga tidaklah terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa komuni- kasi adalah obat mujarab bagi segala persoalan. Bila ada orang yang complain terhadap jasa dan produk kika, misalnya. Jika kita menanganinya dengan komunikasi yang baik. Tutur kala yang sopan dan lemah lembut. Semarah apa pun orang tersebut sebelumnya, komunikasi yang baik akan dapat mengatasi semuanya itu. Suami istri yang berteng- kar, anak-anak yang berkelahi, semuanya akan dapat diatasi dengan komunikasi seimbang di antara pihak-pihak tersebut, Dengan menyadari hal ini, seorang public speaker harus lebih menempat- kan komunikasi yang seimbang dan adil saat menangani sebuah persoalan, TI PS Komunikasi yang didasari dengan pengertian yang baik dan bijaksana akan menghapus segala per- soalan hidup, Ini obat mujarab bagi setiap persoal- an; Oleh kaiena itu, tingkatkan cara kita berko- munikasi secara moderat.

3. Buat Simpel Perkataan Anda

Banyak orang yang lupa (atau pura-pura lupa) menyederhanakan kosa kita yang digunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Tidak menyadari latar belakang gaya bahasa, istilah dan kebiasaan berbahasa orang yang diajak berkomunikasi. Bahasa kantor yang sangat teknis dan jelimet menguasai percakapan mereka. Sekali pun orang yang diajak bicara telah mengeyitkan dahi ketika mendengarkan mereka, malah ada yang merasa bangga bahwa mereka telah menggunakan bahasa formal nan tinggi sehingga orang-orang mungkin saja menganggap mereka sebagai kaum intelektual.

4. Gunakan Kata kata di Lokasi yang Tepat

Penggunaan kata-kaka harus disesuaikan dengan tempat di mana komumkasi itu berlançung. Tidak semua kata dapat ditetapkan di semua tempat. Kata-kata bermakna bahagia, penuh semangat, tidak mungkin dapat digunakan di tempat di mana orang sedang ditimpa kemalangan, misalnya Ucapan/istilah dalam pergaulan sehari-hari tentu tidak dapat dipakai ketika memandu seorang narasumber dalam sebuah talk show formal, misalnya. Tempat sangat mempengaruhi bagaimana kita harus memilih kata yang tepat. Memilih kata-kata yang pas untuk tempat yang sesuai akan melancarkan komunikasi, Yang perlu diingat di sini adalah bahwa tidak semua kata dapat digunakan di segala tempat. Lokasi yang berbeda.

Tips Training dan Pelatihan Public Speaking

Training Tips Public Speaking

5. Bicara Down To Earth

Banyak orang yang tidak memahami bahasa ‘manusia’. Percakapan bukan dengan Manusia akan membuat semua orang menjadi bingung Seolah-olah sebuah metafisika sedang berlangsung. Telepak jarak dekat sedang berlangsung dalam sebuah ruangan di mana sebuah public speaking tengah berlangsung. Untuk mengatasi hal ini, pertama, terminologi manusia biasa harus digunakan dalam setiap percakapan. Oleh karena bukan tingginya sebuah terminologi yang penting melainkan makna yang dikandung di balik kata itu sendiri. Kedua, kerangka berpikir sederhana namun sistematis harus dikedepankan sehingga setiap penjelasan kita akan mudah dipahami dan diikuti dengan memdalam. Pertanyaan seperti, “apakah Anda dapat mengikuti saya?”, terkadang terasa perlu agar perbincangan tidak menjadi sebuah metafisika. Gunakan cara berbicara yang membumi dengan pilihan materi yang dapat dimengerti oleh orang lain.

6. Kata kata Simpel dan Pendek

Adalah lebih baik jika kita dapat meringkas apa yang ingin kita sampaikan dalam kalimat-kalimat singkat, padat, tepat dan memikat Kalimat-kalimat yang terlalu panjang, bukan hanya melelahkan penuturnya, melainkan juga melelahkan pendengarnya Pendengar akan kehilangan daya tangkapnya karena panjangnya kalimat yang harus diserap Yang jauh lebih penting di sini, bukanlah panjangnya kalimat tetapi sejauh mana esensi percakapan itu dapat ditangkap oleh pendengar. Esensi yang dapat disampaikan dengan kalimat- kalimat singkat tentu akan menghemat waktu dan enerji semua pihak. Pembicara seperti ini jauh lebih dihargai dan disaluti dibandingkan pembicara yang memperpanjang sesuatu yang selayaknya dapat disampaikan secara pendek. Hal ini terutama harus dipraktean kepada orang- orang yang tidak memiliki banyak waktu untuk mendengarkan sesuatu yang panjang . Jika tidak, kesempatan untuk mendapatkan feedback dari percakapan dengan orang seperti ini akan hilang.

7. Fokus Terhadap Pembicaraan

Pembicaraan yang tidak menyangkut apa yang sedang Anda bicarakan atau tidak berhubungan langsung dengan Anda, sebaiknya penilaian tidak diberikan; Skala baik dan buruk itu akan menjadi penghalang komunikasi Anda selanjutnya, apa lagi jika Anda tidak menguasai apa yang tengah dihadapkan kepada Anda tersebut. Di sini, kita diajarkan untuk fokus terhadap apa yang tengah kita bicarakan. Jangan ngalor ngidul (ke mana-mana, tidak karuan) dan kehilangan fokus sehingga pendengar atau komunikan menjadi bingung. Lebih baik selalu berpedoman kepada apa yang sedang Anda bahas. Misalnya, dalam sebuah talk show tentang produk yang baru diluncurkan perusahaan Anda, ada pertanyaan nakal dari peserta yang membandingkan produk baru Anda dengan produk sejenis yang telah ada. Dalam situasi seperti itu, jika Anda mati-matian membela produk Anda dengan memberikan pandangan miring terhadap produk pesaing, kesan pendengar atau peserta talk show Anda tentu akan negatif pula terhadap Anda.

8. Kreatif

Banyak orang tidak menyadari bahwa setiap komunikasi dilakukan dengan siapa saja, di mana saja, kapan saja, mereka sesungguhnya sedang ‘menjual diri’ mereka kepada orang yang sedang berhadapan dengan mereka Baik buruknya image din’ sangat ditentukan oleh apa yang keluar dan’mulut mereka Jika, semuanya dilakukan dengan baik, sudah pasti kesan orang terhadap komuni- kator juga baik Bagi para pelamar kerja, misalnya, mereka harus sedikit demonstratif dalam batas- batas tertentu untuk menjual diri mereka agar merekalah yang terpilih. Jika mereka tidak pandai memanfaatkan hal ini, bagaimana mungkin mereka dapat meyakinkan pewawancara bahwa merekalah yang layak dipilih karena memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki orang lain. Inilah komunikasi yang berhasil, Bagi seorang marketing manager, misalnya, jika dia tidak dapat meyakinkan para customer-nya akan kelebihan dan kecanggihan produk yang baru diluncurkan, bagaimana sales akan terjadi?

9. Strong Why

Ketika memulai sebuah presentasi/ penyampaian gagasan, jangan lupa jelaskan alasan mengapa hal itu perlu disampaikan pada kesempatan kusebut. Melalui alasan yang Anda sampaikan, orang-orang akan memahami laiar belakang tesebut dan selanjutnya akan dapat mengikuti penyampaian Anda dengan lebih efektif dan positif. Hal ini Anda lakukan hanya di awal presentasi dan tidak perlu diulang-ulang. Oleh karena hal ini akan memberikan kesan kurang positif jika alasan disampaikan secara maraton. Selanjutnya, Berikan alasan mengapa Anda menyampaikan permasalahan itu kepada semua orang. Sampaikan alasan secara jujur dan terbuka. Hal ini bermanfaat menjadi entry point bagi orang lain untuk dapat mengikuti presentasi Anda dengan lebih efektif dan positif.

10. Bicara Tanpa Batasan

Komunikasi yang dibatasi sedemikian rupa dalam hal topik dan tempat, akan menjadi sebuah hambatan dari komunikasi itu sendiri. Komunikasi demikian tidak akan dapat berjalan dengan wajar dan apa adanya. Ada hal-hal yang tidak disampaikan Hal ini akan menghambat komunikasi dan merugikan semua pihak, komunikasi dan komunikan. Hal ini tidak akan memberikan hasil yang maksimal kepada semua orang. Justru akan menimbulkan kecurigaan, dugaan-dugaan negatif dan destruktif terhadap tujuan komunikasi itu sendiri Jika hal ini terjadi, apa pun yang disampaikan dalam komunikasi itu, tidak akan membawa banyak arti atau pun manfaat. Bicaralah dengan bebas tanpa ada tekanan dan ketakutan. Jika ada hal yang membebani Anda, sebaiknya percakapan tidak dilakukan, sebab hanya akan memberikan hasil yang tidak maksimal yang pada batas dan kehilangan inti pembicaraan berarti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *